Selasa, 14 Agustus 2012

Riwayat Sultan Hasanuddin


Sultan Hasanuddin adalah Raja Goa kee-16. Ia dilahirkan pada tanggal 12 Januari 1631. Ayahnya adalah Raja Goa yang ke-15 dan bernama Sultan Muhammad Said. Ibunya bernama I Sabbe, berasal dari Laikang, daerah kerajaan Goa juga. Hasanuddin mempunyai enam orang saudara. Hasanuddin adalah kedua.
            Awalnya nama Hasanuddin adalah I Mallambasi karena waktu itu ayahnya belum menjadi raja. Ayahnya diangkat menjadi raja ketika usia I mallambasi 8 tahun. Pada usia ini juga I Mallambasi mulai belajar mengaji Al Qur’an. Setelah itu namanya diganti menjadi Muhammad Bakir. Muhammad Bakir sangat tekun dan memiliki otak yang cerdas, kemauan yang keras dan pantang menyerah. Meskipun ia seorang anak raja, Muhammad Bakir tidak sombong dalam pergaulan.
            Dalam pergaulan sehari-hari Muhammad Bakir termasuk anak yang berani, bukan karena ia anak seorang raja, tapi sifat pemberani merupakan wataknya. Ia selalu membela kebenaran. Didalam lingkungan istana, ia sangat hormat kepada kedua orang tuanya. Selain orang tuanya ia juga menghormati keluarga istana lainnya.
            Setelah mencapai umur 15 tahun, Muhammad Bakir telah tumbuh menjadi seorang pemuda yang gagah perkasa. Jiwa pemimpin sudah mulai terlihat pada dirinya. Sebagai seorang pemuda ia tidak hanya tinngal diam di istana. Ia mempelajari bagaimana caranya mengendarai kuda dan mempergunakan senjata dengan benar.
            Seorang raja harus langsung memimpin pasukan untuk menghadapi musuh. Raja merupakan tumpuan seluruh rakyat. Kerajaan Goa merupakan kerajaan laut jadi harus memiliki armada laut yang besar dan kuat. Sebagai seorang calon raja, ia sangat cinta pada kerajaannya. Ia sadar bahwa laut adalah soal hidup atau mati bagi kerajaan Goa. Ia juga ikut mengarungi lautan besar untuk berlayar ke daerah-daerah yang jauh. Muhammad Bakir tidak gentar menghadapi gelombang besar dan lautan luas, sudah banyak daerah-daerah yang dikunjunginya.
            Pengalaman Muhammad Bakir dalam pelayaran telah banyak. Untuk menjadi pemimpin yang baik bukan hanya ilmu perang dan ketrampilan jasmani yang diperlukan tetapi Muhammad bakir juga harus mempelajari bermacam-macam ilmu pengetahuan. Ia harus dapat berbicara dengan baik, mengenal undang-undang dan hukum negara.
bersambung...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar